Perang Tanding diatas Kuda, Pasola. Tradisi khas Sumba

Uncategorized | May 21 | 2020 | No Comment

pasola
photo by nttprov.gov.id

 

Pasola adalah ritual adat masyarakat Kodi di Kabupaten Sumba Barat Daya. Kegiatan ini biasanya dilakukan sebelum paska panen raya. Untuk mengetahui baik atau tidaknya hasil panen, tergantung dari pemenang Pasola. Uniknya Pasola (perang tanding) ini dilakukan sambil menunggangi kuda. Wah, seperti melihat perang di film Mahabaratha ya teman-teman. Pengertian Pasola sendiri berasal dari kata Sola atau Hola  yang berarti  kayu lembing. Dalam konteks ritual, Pasola berarti perang adat dimana kedua kelompok penunggang kuda saling berhadapan, saling mengejar sambil melempar lembing kayu ke arah lawan.

Pasola diadakan satu kali dalam setahun pada awal musim tanam, lebih tepatnya pada bulan Februari untuk Kecamatan Lamboya dan bulan Maret untuk Kecamatan Wanokaka dan Laboya Barat/Gaura. Untuk tanggal sendiri, ditentukan oleh para rato berdasarkan perhitungan bulan gelap dan bulan terang serta melihat tanda-tanda alam. Masyarakat pun harus mematuhi beberapa aturan sejak satu bulan sebelum Pasola diadakan seperti tidak boleh mengadakan pesta, membangun rumah, dsb.

Ritual ini erat kaitannya dengan legenda setempat tentang tragedi Cinta Segitiga tiga Ubu Dulla. Pasola diselenggarakan dengan didahului serangkaian ritual yang berhubungan. Antara lain;

  1. Purung Laru Loda : Menurunkan tali larangan yaitu dimulainya seluruh larangan yang harus dipatuhi seluruh masyarakat.
  2. Penentuan Waktu : Penyelenggaraan Pasola dilakukan bertepatan dengan munculnya bulan purnama raya. Namun dasar utama perhitungan ini berdasarkan bentuk bulan yang didukung oleh tanda-tanda alam seperti mekarnya bunga katina, babi hutan membuat sarang, pasang surut air laut dan lain sebagainya. Para rato sangat berhati-hati membaca tanda alam karena jika salah menentukan tanggal berarti nyale tak akan muncul pada waktunya, dan bagi mereka hal tersebut bisa dianggap kesialan.
  3. Pati Rahi : Empat hari sebelum Pasola diadakan akan diadakan ritual penting. Hari pertama Para rato dari kampung Waigalli mengadakan kunjungan ke Waiwuang, Praigoli dan Lahi Majeri untuk melihat persiapan yang telah dilakukan menjelang hari H. Hari kedua, Pakujil (permainan tinju traditional) diadakan di Pantai Teitena. Hari ketiga dimulai dengan Palaingu Jara yang artinya melarikan kuda, semacam ajang pemanasan bagi kuda-kuda dan para ksatria yang akan bertanding.  Malam harinya semua rato penyelenggara akan berkumpul untuk melakukan pemujaan dan ritual lainnya hingga pukul 3 dini hari.
  4. Madidi Nyale : Secara harafiah ritual ini berarti memanggil nyale. Madidi nyale berlangsung di Pantai Wanokaka pada hari ke-empat Pati Rahi sesaat sebelum fajar. Para warga juga akan ikut berburu nyale, cacing laut warna warni dll yang juga menjadi indikator hasil panen.
  5. Pasola : Atraksi Pasola diselenggarakan berurutan di dua tempat berbeda. Yang pertama di Pantai Wanokaka dan yang kedua di arena Kamaradena dari pukul 09.00 hingga menjelang siang.  Pasola ini adalah pertandingan antar dua kubu dimana masing-masing kubu menggunakan taktik sendiri untuk menjatuhkan lawan. Tradisi ini terkadang mengakibatkan petarung terluka bahkan hingga meninggal. Namun ada aturan tertulis yang menyebutkan bahwa dendam tidak boleh dibawa keluar arena sehingga petarung akan suportive dalam ritual ini. Darah yang tumpah juga dianggap sebagai pertanda positif bahwa panen akan berlimpah.

Pasola sendiri bukan sekedar keramaian semata namun ada beberapa makna dari ritual itu sendiri ;

  • Sebagi bentuk kultus religius, bentuk pengabdian dan ketaatan terhadap leluhur
  • Merujuk legendanya, Pasola merupakan suatu bentuk penyelesaian krisis suku melalui perang damai dalam sebuah ritual adat
  • Sebagai perekat jalinan persaudaraan

Selama Pasola berlangsung, semua yang terlibat diajak untuk bergembira, tertawa bersama karena tujuan dari ritual ini adalah sebagai bentuk permintaan hal baik kepada Tuhan dan alam semesta.

 

Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Sumbarbaratkab.go.id